Kahanane urip iki tansah gilir gumanti. Bungah susah iku lumrah, kabeh uwong ngalami. Manungso ora kuwoso, isane mung ngrencana. Wajib usaha lan donga, Pangeran kang nentokno

Kamis, 13 Oktober 2011

GEHOL GAUL: Blog Galery

GEHOL GAUL: Blog Galery: G. Geulis dan Patahunan


G. Geulis dan Cigunung


Persawahan Gehol


Persawahan Gehol


G. Slamet dari Gehol


...

Senin, 03 Oktober 2011

Nilai Manusia Di Sisi Alloh

Seorang kakek berkata
"Siapa yang mau uang Rp. 50.000?"

Semua orang serempak mengacungkan tangan dan berharap

"Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian melihat ini dulu"

Si kakek lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh

Kakek kembali bertanya
"Siapa yang masih mau dengan uang lusuh ini"

Semua orang masih tetap bersemangat mengacungkan tangan

"Tapi, kalau kakek injak bagaimana?"
Lalu kakek itu menginjaknya dengan sepatu hingga kotor

Dan kakek kembali bertanya
"Siapa yang masih mau ang ini?"

Tetap saja, semua orang mengacungkan tangan

***************

Dalam hidup ini, seringkali kita merasa lusuh, kotor, tidak berguna, terinjak dan diacuhkan oleh keluarga, teman bahkan lingkungan kita

Namun apapun yang terjadi kita tidak akan pernah kehilangan 'nilai' kita di mata Alloh

Bagi-Nya, lusuh, kotor, terinjak selalu ada ampunan dan maaf

Nilai tidak timbul dari apa yang kita sandang

Nilai akan dilihat dari akhlak kita

Seberapapn kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan kalau kita tetap konsisten menjaga akhlak kita

Akhlak adalah bunga kehidupan

Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita

Orang yang banyak harta, cakep atau berpangkat tinggi tidak ada nilainya jika tidak berakhlak

Seperti uang si kakek tadi
Sekotor apapun uang itu, tapi tidak mengurangi nilainya yaitu Rp. 50.000

Alloh Maha Adil

Dalam hati seorang Pemuda, Ia berkata "Alloh tidak adil. Kenapa pohon semangka yang kecil, buahnya besar. Tapi pohon beringin yang besar, buahnya kecil?".

Pemuda itupun sejenak berfikir sambil berteduh di bawah pohon beringin.

Waktu berlalu, Pemuda itupun tertidur.

Tiba-tiba Ia terbangun karena buah dari pohon beringin jatuh tepat mengenai hidungnya.

Seketika Pemuda itu berkata "Astagfirullohaladzim. Alloh SWT sungguh Maha Adil. Coba kalau pohon beringin yang besar buahnya besar, bisa remuk hidung aku".